Penggunaan Multitester

Laporan Praktikum Elektronika
PENGGUNAAN MULTITESTER SEBAGAI INSTRUMEN PENGUKUR TEGANGAN DAN HAMBATAN, SERTA PENGETESAN KOMPONEN ELEKTRONIKA

I.                   PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Latar belakang disusunnya laporan ini adalah untuk memenuhi tujuan dari praktikum yang akan dilakukanya itu untuk mengetahui fungsi dan pemakaian alat ukur dasar dan alat ukur listrik. Untuk alat ukur dasar, pengukuran massa dengan neraca teknis, pengukuran panjang dan diameter benda dengan jangka sorong atau micrometer sekrup, untuk alat ukur listrik, memperoleh keterampilan dalam pemakaian alat ukur dasar listrik voltmeter, amperemeter, multimeter analog dan digital, serta osiloskop. Alat ukur dasar dan listrik sangat banyak sekali jenisnya dan masing-masing alat ukur tersebut mempunyai fungsi dan kelebihan masing-masing. Alat tersebut banyak sekali digunakan dan harus disesuaikan dengan fungsinya, missal dalam bidang elektronika, industri, kedokteran, dan lain-lain.
Multimeter adalah alat test yang sangat berguna, dengan mengoperasikan sakelar banyak posisi, meter dapat secara cepat dan mudah di jadikan sebagai voltmeter, sebuah ammeter atau sebuah ohmmeter. Alat ini mempunyai berbagai penetapan pada setiap mempunyai pilihan AC atau DC. Beberapa multimeter kelebihan tambahan layaknya sebagai pengukur transistor dan range untuk pengukuran kapasitansi dan frekuensi. Multimeter terbagi atas 2 jenis yaitu Multimeter analog dan Multimeter Digital. Pada modul ini kita akan membahas tentang multimeter analog
            Alat-alat yang mengukur tegangan, arus listrik, dan hambatan disebut voltmeter, amperemeter, dan ohmmeter. Umumnya ketiga alat ini sudah menyatu dalam sebuah multimeter yang dapat dipilih kegunaannya dari satu ke lainnya. Multimeter merupakan suatu piranti elektronik yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik. Besaran-besaran ini biasanya berupa arus searah (IDC), tegangan searah (VDC), tegangan bolak-balik (VAC) dan hambatan (R). Pada beberapa mulimeter tertentu dilengkapi untuk pengukuran dilengkapi untuk pengukuran arus bolak-balik (IAC), tegangan potong diode (cut-in volage of diode, Vcut) penentuan kaki dan jenis transistor serta nilai penguatannya (hfe).


B. Tujuan Praktikum

      Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa mengerti prinsip kerja multitester dan penggunaannya sebagai instrumen pengukur tegangan dan hambatan, serta memehami prinsip pengetesan komponen dengan menggunakan multester.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Multitester atau Multimeter, sering juga disebut AVO meter adalah alat ukur yang dapat mengukur hampir semua besaran listrik. Ia dapat mengukur tegangan listrik baik AC maupun DC, mengukur arus AC maupun DC, dan hanya mengukur arus DC untuk multimeter analog, serta dapat mengukur resistansi atau tahanan listrik. Beberapa multitester keluaran terbaru, bahkan memiliki kemampuan untuk mengukur penguatan transistor (HFE), Frekuensi, bahkan kapasitansi. Di bawah ini adalah beberapa contoh multitester yang ada di pasaran.
Multimeter Analog atau Multimeter Jarum adalah alat pengkur besaran listrik yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe. Analog tidak dii gunakan untuk mengukur secara detail suatu besaran nilai komponen tetapi kebanyakan hanya di gunakan untuk baik atau jeleknya komponen pada waktu pengukuran atau juga di gunakan untuk memeriksa suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan rangkaian blok yang ada.
Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm).
Multimeter adalah sebuah alat ukur listrik yang mengukur tegangan [volmeter, baik untuk tegangan AC(gelombang bolak-balik) atau DC (searah)], Hambatan (Ohm meter) serta kuat arus (ampere-meter). Karena kemampuan multimeter sebagai Amper meter (A) , Volt meter (V) dan Ohm meter (O) maka alat ini juga sering disebut AVO meter. Model multimeter yang banyak digunakan ada dua, yaitu model analag dan model digital. Model analog menggunakan jarum penunjuk, sedangkan model digital langsung menujukkan angka hasil pengukuran.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN



A. Data Hasil Pengamatan

  •     Jelaskan mengapa harus berada pada jangkauan, bagaimana efeknya biladiset lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai jangkauan pada multimeter?
Sama saja, asalkan dilakukan ke pengaturan nol. Hanya saja yang membedakannya nilai konversinya. Namun , apabila telah melewati batas jangkauannya maka penguakutran tidak dapat dilakukan karena jarum di luar batas nilai multimeter.
  •     Mengapa harus dilakuakan pengaturan nol?
Untuk ketelitian angka pengukuran sempurna.
  •     Pengukuran dengan multimeter : 1.800 Ω
Pengukuran dengan manual : 1.800 Ω ± 5%
  •     Apakah hasilnya sama? Apakahmasih dalam toleransi?
Sama, dan masih dalanm toleransi.

B. Analisa Data

Pengukuran dengan multimeter : 1.800 Ω.
Warna coklat, abu-abu, merah, emas.
R = 18 x 102 ± 5%
    = 1.800 Ω ± 5%.
Hasilnya adalah sama.

C. Pembahasan

            Pada perhitungan dengan menggunakan multitester dan dengan perhitungan manual didapatkan nilai yang sam dikarenakan cara penggunaan multitester dilakuakn dengan baik sesuai dengan prosedur paraktikum dan hal alin dikeranakan keadaan resistor yang sdi ukur dan di hitung tersebut masih bagus dan masih sangat layak di pakai.
Arus searah (DC) yaitu arus yang mengalir ke satu arah saja dengan harga konstanta. Salah satu sumber arus searah adalah batere. Di samping itu arus searah dapat diperoleh dengan menggunakan komponen elektronik yang disebut Dioda pada pembangkit listrik arus bolak-balik (AC). Arus bolak-balik (AC) adalah arus yang mengalir dengan arah bolak-balik. Arus ini bisa juga disebut arus tukar sebab polaritasnya selalu bertukar-tukar. Juga dapat disebut dengan arus AC sebagai istilah singkatan asing (Inggris) yaitu Alternating Current. Sumber arus listrik bolak-balik adalah pembangkit tegangan tinggi seperti PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan generator. Peralatan elektronika yang kita gunakan sekarang ini sebagian besar membutuhkan arus DC dengan tegangan yang lebih rendah untuk pengoperasiannya.  Oleh karena itu, hampir setiap peralatan Elektronika memiliki sebuah rangkaian yang berfungsi untuk melakukan konversi arus listrik dari arus AC menjadi arus DC dan juga untuk menyediakan tegangan yang sesuai dengan rangkaian Elektronika-nya. Rangkaian yang mengubah arus listrik AC menjadi DC ini disebut dengan DC Power Supply atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Catu daya DC.  DC Power Supply atau Catu Daya ini juga sering dikenal dengan nama “Adaptor”.
Cara menggunakan multitester yaitu denagn cara atur Posisi Saklar Selektor ke parameter yang ingin di ukur. Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Disarankan untuk memilih skala yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah. Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan

            Dari praktikum yang dilakukan dapat di tarik kesimpulan yaitu :
1.      Nilai pada multitester sama dengan nilai pada kode warna pada resistor.
2.      Arus searah (DC) yaitu arus yang mengalir ke satu arah saja dengan harga konstanta.
3.      Peralatan elektronika yang kita gunakan sekarang ini sebagian besar membutuhkan arus DC dengan tegangan yang lebih rendah untuk pengoperasiannya.
4.      Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt.
5.      Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya.




Komentar