Laporan Praktikum
Elektronika
RANGKAIAN PEMBAGI TEGANGAN
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tegangan listrik diperlukan sebagai sumber
daya untuk menggerakan suatu peralatan listrik, seperti: komputer, pengendali,
lampu instrumen (alat ukur), dll.
Tegangan listrik DC dapat dihasilkan dari tegangan AC yang disearahkan dengan
menggunakan rangkaian rectifier. Berikut ini akan diperlihatkan wiring diagram
single phase penyearah setengah gelombang penuh.
Tegangan listrik
merupakan suatu besaran yang dinamis, sehingga sebagai besaran yang dinamis
jika terbebani dengan alat yang mengandung induktor, akan mengalami distorsi harmonik
dan gangguan kualitas daya, sehingga perlu kiranya pada penelitian ini,
dirancang suatu filter yang mampu menjaga kualitas daya dan gangguan harmonik
tersebut untuk menjamin peralatan instrumen terpakai aman.
Tegangan berhkaitan dengan arus
listrik merupakan aliran muatan listrik. Aliran ini berupa aliran elektron atau
aliran ion. Aliran ini harus melalui media penghantar listrik yang biasa
disebut sebagai konduktor. Konduktor yang paling banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari adalah kabel logam. Ketika dua ujung kabel disambungkan
pada sumber tegangan, misalnya baterai, maka elektron akan mengalir melalui
kabel penghantar dari kutub negatif menuju kutub positif baterai. Aliran
elektron inilah yang disebut sebagai aliran listrik.
B. Tujuan Praktikum
Praktikum
tentang rangkaian pembagi tegangan bertujuan agar mahasiswa mampu menguasai
prinsip rangkaian pembagi tegangan serta membandingkan hasilnya dengan hasil
perhitungan menggunakan persamaan.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Pembagi tegangan
merupakan rangkaian sederhana yang dapat mengubah tegangan yang tinggi menjadi
tegangan yang lebih rendah. Dengan hanya menggunakan dua resistor yang dipasang
secara seri dan dengan sebuah input tegangan, kita dapat membuat tegangan
output yang mana teganan output ini merupakan hasil perhitungan dari tegangan
input. Pembagi tegangan merupakan salah satu rangkaian dasar yang harus
dikuasai dalam elektronika.
Rangkaian pembagi tegangan biasanya digunakan
untuk membuat suatu tegangan referensi dari sumber tegangan yang lebih besar,
titik tegangan referensi pada sensor, untuk memberikan bias pada rangkaian
penguat atau untuk memberi bias pada komponen aktif. Rangkaian pembagi tegangan
pada dasarnya dapat dibuat dengan 2 buah resistor, contoh rangkaian dasar
pembagi tegangan dengan output VO dari tegangan sumber VI menggunakan resistor
pembagi tegangan R1 dan R2.
Rangkaian
pembagi tegangan (voltage divider) disebut juga sebagai rangkaian pembagi
potensial (potential divider). Input ke sebuah rangkaian pembagi tegangan
adalah tegangan Vin. Tegangan Vin tersebut menggerakkan arus I untuk mengalir
melewati kedua resistor. Karena kedua resistor terhubung secara seri, maka arus
yang sama mengalir melewati tiap-tiap resistor. Tahanan efektif dari kedua
resistor seri adalah R1 + R2. Jatuh tegangan pada gabungan kedua resistor ini
adalah Vin (Ahmad, 2007).
Rangkaian
pembagi tegangan biasanya digunakan untuk membagi tegangan atau mengkonversi
dari resistensi menjadi sebuah tegangan. Biasanya fungsi dari pembagi tegangan
ini untuk mengubah atau mengkonversikan dari tegangan tegangan yang lebih besar
untuk memberi bias kepada komponen yang aktif dalam rangkaian tersebut.
Rangkaian Pembagi Tegangan bentuk rangkaian sederhana yang tidak terlalu
kompleks memiliki tegangan output yang diberi simbol V0, dan juga arus yang
bersimbol I, mengalir ke rangkaian R1 dan R2. Dan hasil di tegangan VI
merupakan hasil dari penggabungan atau penjumlahan dari rumus VS dan VO.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Data Hasil Pengamatan
No.
|
Negara
|
Voltase Fasa Tunggal
|
Frekuensi
|
1.
|
Afghanistan
|
220V
|
50Hz
|
2.
|
Albania
|
230V
|
50Hz
|
3.
|
Algeria
|
230V
|
50Hz
|
4.
|
Bahrain
|
230V
|
50Hz
|
5.
|
Brunei
|
240V
|
50Hz
|
6.
|
Pakistan
|
230V
|
50Hz
|
7.
|
Morocco
|
220V
|
50Hz
|
8.
|
Lebanon
|
230V
|
50Hz
|
9.
|
Syria
|
220V
|
50Hz
|
10.
|
Qatar
|
240V
|
50Hz
|
11.
|
Spain
|
230V
|
50Hz
|
12.
|
Slovakia
|
230V
|
50Hz
|
13.
|
Slovenia
|
230V
|
50Hz
|
14.
|
Sudan
|
230V
|
50Hz
|
15
|
Portugal
|
230V
|
50Hz
|
B.
Analisa Data
Dik
: Vin = 5 V
R1 = 1 kΩ
R2 = 1,5 kΩ
Dit : Vab dan Vcb ?
Vab = R1 x Vcc / (R1+R2)
= 1 x 5 / (1+1,5)
= 5 / 2,5
= 2 Volt.
Vbc = R2 x
Vcc / (R1+R2)
= 1,5 x 5 / (1+1,5)
= 7,5 / 2,5
= 3 Volt.
Vcc = Vab
+ Vcb
= 2 Volt + 3 Volt
= 5 Volt.
C.
Pembahasan
Catu
Daya adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk
piranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya catu daya bukanlah sebuah
alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya
yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain. Perbedaan antara Catu
daya memerlukan energi listriknya berasal
langsung dari sumber arus listrik Sedangkan multimeter arus listriknya
berasal dari baterai yang terdapat pada multimeter tersebut. Untuk mengukur
arus listrik, tegangan listrik, dan resistansi atau ketahanan suatu benda yang
biasa disebut avometer. Multimeter memiliki berbagai kegunaan atau fungsi dalam
mengukur tegangan atau arus listrik pada suatu benda dan mengatur tegangannya.
Project
board / bread board adalah papan yang di gunakan untuk merangkai komponen agar
bisa menjadi rangkaian yang sempurna . kegunaan papan ini yaitu sangat lah
mudah dan praktis , kita tidak harus susah susah mencari jalur dengan layout
atau pun mengebornya lain halnya dengan papan pcb . kita hanya mencolok
komponen di lobang kotak kotak kecil yang ada di project board tersebut . Cara
merangkainya , di mulai dari yang mudah terlebih dahulu. pertama kita harus
mengetahui jalur nya atau saya biasa menyebut arusnya. Pada project board
terdapat jalur yang nyambung dan jalur yang terputus, kita bisa lihat bahwa
project board mempunyai jalur tersendiri untuk menghubungkannya . kalau perlu
diukur saja dengan avo meter dengan memutar avo meter ke lambang ohm lalu colok
satu lobang dengan pengukur yang positif dan negatif juga anda colok
dengan lobang yang lain . terserah
lobangnya yang mana saja. jika jarum yang ada di avo tidak bergerak berarti
jalurnya tidak nyambung . tapi apa bila jarum di avo bergerak itu tandanya
jalurnya nyambung . tinggal anda memainkan logika saja untuk menjadikan
rangkaian listrik.
Kalau
antara dua kutub positif dan kutub negatif dari sebuah sumber tegangan (Volt)
kita hubungkan dengan sepotong kawat penghantar, maka akan mengalir arus
listrik dari kutub positip ke kutub negatif. Arus ini mendapat hambatan dalam
penghantar itu. Dari peristiwa di atas dapat diketahui bahwa ada hubungan
antara arus yang mengalir dalam hambatan kawat dan adanya sumber tegangan. Pada
tegangan listrik arus bolak balik akan selalu bertukar arah sepanjang waktu
selama sumber arus itu difungsikan. Kecepatan arah arus berbolak-balik dalam
satu detiknya dinamakan frekuensi. Berarti semakin besar
tegangannya maka frekuensinya akan semakin besar juga. Sebagai contoh
Jaringan listrik PLN kita mengandung arus yang dalam waktu satu detiknya
berbolak-balik sebanyak 50 kali, maka frekuensi arus listrik PLN itu adalah
getar/detik. Satuan frekuensi adalah Hertz yang umum disingkat Hz. Jadi
jaringan listrik PLN adalah berfrekuensi 50 Hz.
Dari
analisa data dapat di lihat bahwa Input tegangan ke rangkaian pembagi tegangan
adalah Vin. Tegangan bergerak menuju resistor yang rankaiannya seri. Disini
kedua resistor tersebut membagi tegangan input pada dua bagian. Pembagian
tegangan berdasarkan besarnya hambatan yang mempengaruhi keduanya. Dari contoh
dapat di lihat bahwa antara tegangan dan hambatan itu besarnya sejalan, apabila
semakin besar hambatannya maka akan semakin besar tegangan yang dihasilkan.
Serta jumlah dari tegangan pada hambatan pertama dan kedua hasilnya sama dengan
tegangan masuk.
V. PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
praktikum yang telah dilakukan dapt di tarik kesimpulan yaitu :
1. Kecepatan arah arus berbolak-balik
dalam satu detiknya dinamakan frekuensi.
2. Perbedaan antara Catu daya memerlukan
energi listriknya berasal langsung dari
sumber arus listrik Sedangkan multimeter arus listriknya berasal dari baterai
3. Jumlah dari tegangan pada hambatan
pertama dan kedua hasilnya sama dengan tegangan masuk.
4. Tegangan dan hambatan itu besarnya
sejalan, apabila semakin besar hambatannya maka akan semakin besar tegangan
yang dihasilkan.
5. Getaran yang disebabkan arus
bolak-balik yang dalam satu detiknya disebut frekuensi.
Komentar
Posting Komentar