Makalah Pengetahuan Bahan
PERSPEKTIF SEJARAH MATERIAL
Disusun oleh :
Aris Saputra 1305106010086
Rahmadi 1305106010013
Sidqi Mulia 1305106010074
Makmur Munandarsyah 1305106010010
Dian Sri Bintang 1305106010034
Makmur Munandarsyah 1305106010010
Dian Sri Bintang 1305106010034
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM - BANDA ACEH
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Perspektif
Sejarah Material ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan
juga kami berterima kasih pada Bapak Bambang Sukarno Putra, S.TP, M.Si. selaku
Dosen mata kuliah Pengetahuan Bahan yang telah memberikan tugas ini kepada
kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai sejarah-sejarah material. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Banda Aceh, Februari 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada dasarnya material memiliki
kedudukan yang penting dalam sejarah peradaban manusia tanpa disadari. Menurut
sejarah, perkembangan dan kemajuan peradaban sangaterat kaitannya dengan
kemampuan manusia memproduksi dan memanipulasi material untuk memenuhi
kebutuhan mereka. Kenyataannya, peradaban masa lampau ditandai oleh tingkat
perkembangan material pada saat itu, misalnya zaman batu (stone age), Zaman
perunggu (bronze age).
Manusia masa lalu memiliki akses
hanya pada sejumlah material yang sangat terbatas keberadaannya dan terjadi
secara alamiah, contohnya : batu, Kayu, lempung (clay), kulit (skin), dan
lain-lain. Dengan berjalannya waktu, manusia jaman dulu menemukan teknik-teknik
untuk memproduksi material yang memiliki sifat-sifat superior, misalnya pottery
dan berbagai macam logam. Selanjutnya, telah ditemukan bahwa sifat-sifat
material bisa ditingkatkan dengan perlakuan panas (Heat Treatment) dan dengan
penambahan unsur-unsur lain. Pada saat ini, material secara total merupakan
proses seleksi, yang dilakukan untuk memilih material yang cocok untuk aplikasi
tertentu berdasarkan sifatnya.
BAB II
ISI
A.
Sejarah Material
Sudah
menjadi kenyataan bahwa semua yang ada di sekitar dihasilkan dari material dan
kita tergantung pada dan dibatasi oleh material. Revolusi material dimulai dari
abad Batu, tembaga, perunggu, besi dan komposit adalah bukti pentingnya
material. Kemajuan pengembangan material adalah kunci pertumbuhan teknologi dan
kemakmuran ekonomi. Pada dasarnya pengetahuan dan rekayasa material berkembang
selama 25 – 40 tahun terakhir ini. Proses-proses material baru memungkinkan
teknologi baru lainnya dapat dikomersialkan dengan sukses.
Proses
metalurgi dimulai sejak 6000 tahun Sebelum Masehi, saat ini telah diketahui 86
logam dan hanya 24 jenis ditemukan selama abad 19. Logam awal ditemukan adalah
Emas (6000 SM) dan tembaga (4200 SM). Tujuh logam purbakala adalah : Emas (6000
SM), Tembaga (4200 SM), Perak (4000 SM), Timbal (3500 SM), Timah (1750 SM),
Peleburan Besi(1500 SM) dan Air Raksa (750 SM). Kecuali besi dan tembaga
(dipadu dengan timah) yang bukan logam konstruksi adalah emas dan perak yang
biasanya dipergunakan sebagai alat makan-minum, perhiasan dan ornamen. Hampir
semua logam terkandung di lapisan bumi, manusia pertamakali belajar memproses
biji mengggunakan sulfida atau oksida logam- melalui proses reduksi dan
oksidasi pada temperatur yang bertingkat. Pertama kali ditemukan tidak sengaja
akibat biji logam jatuh kedalam api unggun. Tembaga ditemukan secara natural di
suatu tempat di Siprus, dan ditempa menjadi artefak. Tetapi selalu rapuh hingga
akhirnya ditemukan dengan cara meng-anilnya dalam api unggun. Antara tahun 5000
SM lembaran tembaga dibuat dengan cara dipukul. Artefak tembaga lebur dari
tahun 3600 SMditemukan di lembah sungai Nil.
Peleburan
dilakukan dari malasit (CuCO3 dan Cu(OH)2 ) melalui kalsining dan pengeringan,
dan dari biji cuprit (oksida) dengan karbon sebagai zat pereduksi. Timbal
ditemukan sebagai galena sulfidatimbal – seperti metalik. Galena mudah direduksi
dalam api. Timbal banyak dipergunakan sebagai kotak dan pipa. Melalui peleburan
bijih timah dengan tembaga maka tembaga diproduksi lebih kuat dan mudah dicetak
(perunggu). Besi natural terdapat dalam meteorites, dengan kandungan nikel 6-8%.
Hematite (oxida) dipergunakan bersama-sama untuk melebur besi, dengan karbon
sebagai bahan pereduksi. Peleburan menggunakan biji, arang dan batu kapur
seperti sekarang ini pada dapur tinggi. Bijih besi dihasilkan mengandung 3-4 %
karbon dan 1-2% Si., bercampur dengan terak. Mudah ditempa saat panas. Besi
sangat baik untuk ditempa, besi kasar (wrought iron) dipangggang dalam udara
atau dihembus untuk membuang karbon. Produk menjadi besi ulet dan sedikit
bercampur terak. Melalui tempa (750 M), terak dapat dikurangi. Lapisan-lapisan
material dimana ditempa dan disatukan menghasilkan pedang dari damaskus dan
Toledo. Senjata dari Besi sebagai peralatan perang seperti halnya alat bertani.
Evolusi
kemajuan material salah satuukuran kemajuan adalah kekuatan-kerasio kerapatan-
disebut kekuatan spesifik s = Kekuatan/Strength ( lbs./in2 , N/m2), r =
Kerapatan/Density ( lbs./in3 , kg/m3), s/r = Strength/Density (dalam, N m/Mg).
Rasio
kekuatan-kerapatan(SDR) diukur terhadap penghematan berat relatif jika
dibandingkan kekuatan yang diperlukan. Mula-mula batu dan kayu merupakan material
konstruksi utama; batu dalam tekanan dan kayu dalam tekanan dan tegangan.Mula-mula
material dipergunakan apa adanya. Dengan berkembangnya waktu, metode pengolahan
material ditemukan. Kayu merupakan material yang memiliki SDR tinggi –lebih
dari 8 x 105 in. (Gambar 1.2) Logam struktur pertama kali adalah ; tembaga,
paduan tembaga (bronze/perunggu), besi tempa dan besi kasar. Logam ini lebih
kuat dibandingkan kayu dalam kekuatan absoludnya, tetapi lebih berat dan
memiliki SDR’ sekitar 0.4 x 105 in. to 1.2 x 105 in. Besi kasar sebagai senjata
dan alat pertanian menghasilkan revolusi alat perang dan pertanian. Baja menjadi
pada revolusi sipil. 15 tahun terakhir SDR meningkat secara dramatis hingga 50
kali. Contoh, penyangga dengan beban 25 ton dari silinder besicor ( sf = 50,000
lbs./in2 ) memerlukan luas penampang sekurang-kurangnya 1.0 in.2 ( radius =
0.56 in.), pemberatan 4 lb/ft. Tetapi pada beban yang sama disangga dengan
polimer kekuatan tinggi memerlukan luas penampang 0.1 in2 ( radius = 0.18 in.),
pemberatan sekitar 1 oz/ft. Keuntungan dalam menggunakan yang ringan adalah
frame kacamata, stik golf, raket dan mobil ringan dan pesawat terbang dapat
menghemat bahan bakar.
B.
Ilmu dan Rekayasa Material
• Material science (Ilmu Material):
disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur material dengan
sifat sifat material.
• Material engineering (Rekayasa Material) : dengan dasar hubungan struktur dan sifat bahan, mendisain struktur bahan untuk mendapatkan sifat – sifat yang diinginkan.
• Material engineering (Rekayasa Material) : dengan dasar hubungan struktur dan sifat bahan, mendisain struktur bahan untuk mendapatkan sifat – sifat yang diinginkan.
• Struktur bahan : pengaturan / susunan elemen – elemen di dalam bahan.
C.
Pembagian Material
Bahan bisa diklasifikasikan sbb :
- Logam : konduktor yang baik, tidak transparan.
- Keramik : campuran / senyawa logam + non logam.
- Polimer : adalah senyawa karbon dengan rantai molekul panjang, termasuk bahan plastik dan karet.
- Komposit : adalah campuran lebih dari satu bahan. (misal: keramik dengan polimer)
- Semi konduktor : adalah bahan-bahan yang mempunyai sifat setengah menghantar. elektronik : IC, transistor
- Biomaterial : bahan yang digunakan pada komponen-komponen yang dimasukkan ketubuh manusia untuk menggantikan bagian tubuh yang sakit atau rusak.
- Logam : konduktor yang baik, tidak transparan.
- Keramik : campuran / senyawa logam + non logam.
- Polimer : adalah senyawa karbon dengan rantai molekul panjang, termasuk bahan plastik dan karet.
- Komposit : adalah campuran lebih dari satu bahan. (misal: keramik dengan polimer)
- Semi konduktor : adalah bahan-bahan yang mempunyai sifat setengah menghantar. elektronik : IC, transistor
- Biomaterial : bahan yang digunakan pada komponen-komponen yang dimasukkan ketubuh manusia untuk menggantikan bagian tubuh yang sakit atau rusak.
Pembagian
bahan, berdasar pada komposisi kimia :
• Logam
besi / ferrous : merupakan logam dan paduan yang mengandung besi (Fe) sebagai
unsur utamanya. material yang paling banyak dipakai.
• Logam
non besi / non ferrous : merupakan material yang mengandung sedikit atau sama
sekali tanpa besi. Material non logam sering digunakan karena mAterial tersebut
mempunyai sifat yang khas yang tidak dimiliki oleh material logam. Material non
logam dapat dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu: Keramik, Plastik
(polimer), Komposit.
•
Berdasarkan struktur, terdiri dari 3
1. Logam
2.
Keramik
3.
Polimer
1. Logam
Ilmu
Logam adalah suatu pengetahuan tentang logam-logam yang
menjelaskan
tentang: sifat-sifat, struktur, pembuatan, pengerjaan, dan
penggunaan
dari logam dan panduannya.
• Ilmu
logam ekstratif : tentang produksi logam
yang meliputi dasar
pengolahan
dan penyelidikan mulai dari bijih logam.
• Ilmu
logam adaptif : tentang sifat-sifat
fisik yang tampak dari logam
sehingga
dapat membantu dalam pemilihan suatu logam untuk
keperluan
penggunaannya.
•
Metalurgi : pengetahuan logam atas dasar cara memisahkan unsurunsur logam dari
bijih-bijih logam dan mineral, sehingga diperoleh suatu
jenis
logam untuk suatu kebutuhan tertentu.
•
Metalografi : mempelajari logam untuk mengetahui sifat, struktur,
kadar
logam, dari suatu logam atau paduan logam.
Proses
Pengerjaan Logam
–
Casting
–
Rolling
–
Drawing
– Deep
Drawing
–
Forging
–
Extrusion
–
Welding
–
Metalurgi serbuk
Aplikasi
: semua sendi kehidupan manusia.
2. Material keramik
merupakan
material yang terbentuk dari hasil senyawa (compound) antara satu atau lebih
unsur-unsur logam (termasuk Si dan Ge) dengan satu atau lebih unsur-unsur non
logam.
APLIKASI
: mulai berbagai abrasive, pahat potong, batu tahan api, kaca, dan lain-lain,
bahkan teknologi roket dan penerbangan luar angkasa.
3. Material Polimer
• Makromolekul
adalah molekul raksasa (giant) dimana paling sedikit seribu atom terikat bersama
oleh ikatan kovalen.
Makromolekul
ini mungkin rantai linear, bercabang, atau jaringan tiga dimensi.
•
Polimer ialah rangkaian atom yang panjang dan berulang-ulang dan dihasilkan daripada sambungan beberapa
molekul lain yang dinamakan monomer . Monomer-monomer ini mungkin serupa, atau
mungkin juga mempunyai satu atau lebih kumpulan kimia yang diganti.
Polimer alam
•
Polimer sintetik merupakan jenis polimer yang dihasilkan melalui sintesis
kimia, produksi umumnya dilakukan dalam skala besar untuk kepentingan hidup
manusia. berupa plastik dan serat buatan.
•
Polimer sintetik lainnya adalah polimer termoset, polimer ini dapat dilebur
pada tahaptertentu selanjutnya menjadi keras selamanya, dan tidak dapat dicetak
ulang.
• Serat
buatan merupakan produk polimer berupa untaian atau seperti benang yang dapat
ditenun atau dijalin membentuk lembaran-lembaran tipis dan panjang yang kuatdan
ulet.
Dilihat dari kemampuan bahan
menerima perlakuan dari luar. Sifat – sifat bahan padat bisa di kelompokkan atas
6 kategori :
- sifat mekanik
- sifat listrik
- sifat termal / panas
- sifat magnet
- sifat optik
- sifat deterioratif (penurunan kualitas).
- sifat mekanik
- sifat listrik
- sifat termal / panas
- sifat magnet
- sifat optik
- sifat deterioratif (penurunan kualitas).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
·
Berdasarkan
struktur, terdiri dari 3
1.
Logam
2.
Keramik
3.
Polimer
·
Dilihat dari kemampuan bahan menerima perlakuan dari
luar. Sifat – sifat bahan padat bisa di kelompokkan atas 6 kategori :
- sifat mekanik
- sifat listrik
- sifat termal / panas
- sifat magnet
- sifat optik
- sifat deterioratif (penurunan kualitas).
- sifat mekanik
- sifat listrik
- sifat termal / panas
- sifat magnet
- sifat optik
- sifat deterioratif (penurunan kualitas).
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CCEQFjAB&url=http%3A%2F%2Fdanicham3.blog.com%2Ffiles%2F2012%2F11%2FBAB-1-SEJARAH-MATERIAL-1.pdf&ei=iorZVKmUNIqi8QW75YG4Aw&usg=AFQjCNHSdloIDkIbrGTML275XP1XGY34-g&sig2=nOeX7hWsrfWZXqB5Bs73ow&bvm=bv.85464276,d.dGc
Komentar
Posting Komentar